Alamat Kami : Jalan Gunung Pandau Desa Balida Rt. 01

Selamat Datang

Galeri Kegiatan Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Galeri Kegiatan

GARUDA JAYA

Foto Kegiatan

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Pembagian Sertipikat Tanah Gratis

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Pemdes Balida Cegah Covid-19, Gotong Royong Penyemprotan Disinfektan Ditiap Rumah Warga dan Tempat Ibadah

Desa Balida -- Guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), Pemerintah Desa Balida bersama Satlinmas Desa gotong royong melakukan penyemprotan disinkfektan di setiap rumah warga.

Kepala Desa Balida, Sahridin menegaskan penyemprotan disinkfektan yang dilakukan Aparat Desa bersama Satlinmas dalam rangka yang ke empat kalinya upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19) di lingkungan desa balida.

"Kami gotong royong melakukan penyemprotan disinfektan. Ini semua dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19) di sekitar rumah warga," ujar Sahridin yang rumahnya juga ikut di semprot di RT.02.

Sahridin mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan perangkatnya dan Satlinmas desa pada Jumat (26/6/2020). Selain penyemprotan disinfektan kades yang aktif itu juga mengganjurkan warganya agar menjaga pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Kepala Desa selalu mengingatkan dan menghimbau kepada warga balida untuk bersama-sama menjalankan program pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 yang sedang terjadi di Kabupaten Balangan.
"Saya menghimbau kapada masyarakat Balida agar menjalankan program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di masyarakat," katanya.

Ketua BPD, Parsyah menambahkan, penyemprotan disinfektan dilakukan di semua RT yang ada di Desa Balida. Mulai dari RT 01 s/d 04, terutama sekali tempat ibadah Mesjid dan Langgar.
"Penyemprotan disinfektan sudah dilakukan di semua RT. Jadwal dua kali dalam satu bulan," ujar Parsyah. Selain itu, Parsyah juga menyampaikan sebelum dilaksanakannya penyemprotan agar selalu jaga kebersihan diri sendiri, keluarga, serta lingkungan sekitarnya.  Masyarakat diharapkan rajin cuci tangan dan atau pakai antiseptik, mengurangi kontak fisik dengan orang lain dan jaga jarak.(Admin/MR)

Saat Pandemi Polisi Berikan Bantuan Sembako Beras Di Desa Balida

Desa Balida - Bhabinkamtibmas dari Polsek Paringin terus melakukan kegiatan bakti sosial pemberian sembako berupa beras kepada warga masyarakat yang sangat membutuhkan dalam Wilayah hukum Polsek Paringin, (23/06).

“Kegiatan tersebut dilakukan langsung Babhinkamtibmas Desa Balida Ari Wibowo,” kata Kepala Desa Balida Sahridin, S.Pd, kemarin. Sekaligus kegiatan tersebut didampingi oleh kades balida.

Dikatakan, bentuk kegiatan adalah pemberian sembako kepada warga masyarakat degan cara mendatangi rumah warga yang layak untuk dibantu berdasarkan data dari masing-masing personil Babhinkamtibmas.

Lebih jauh dikatakan, penyampaian pesan Kamtibmas kepada warga tetang cara menanggulangi dan mengatasi adanya wabah virus corona pada saat ini. “Kita berharap dukungan semua pihak agar persoalan covid 19 ini cepat berlalu dan kita kembali melaksanakan aktifitas sehari-sehari seperti biasa,” tandas Ari Wibowo selaku Bhabin Desa Balida mengakhiri.

Bupati Balangan ke Desa Balida Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Sebanyak 32 Buah Rumah

Desa Balida -Serah Terima secara simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) TA. 2019 sebanyak 32 Rumah Tidak Layak Huni Masyarakat Berpenghasilan Rendah.

Bupati Balangan H. Ansharudin menyerahkan secara simbolis kepada 32 warga penerima bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) TA. 2019 kepada masyarakat Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, Kamis (18/6/2020).

Tujuan dari BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) adalah terwujudnya rumah layak huni, serta bantuannya tepat sasaran, tepat prosedur, tepat waktu, pemanfaatan dan akuntabel, beberapa prinsip pelaksanaan BSPS adalah masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan rumah, kegotongroyongan, dan keberlanjutan kegiatan.

Sampur mewakili warga menyambut baik, mengucapkan syukur dan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Balangan atas adanya Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini. 

Sahridin selaku Kepala Desa Balida juga menyampaikan ucapan bersyukur untuk acara hari ini penyerahan secara simbolis penerima bantuan BSPS TA 2019, kami berharap program ini berkelanjutan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah yang layak huni, masih ada 44 lagi warga yang membutuhkan bantuan tersebut dan ini sudah diusulkan ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Balangan. Pemerintah Desa Balida berharap kepada seluruh masyarakat agar bersabar.
“Kami akan tetap berupaya agar seluruhnya memperoleh rumah yang layak huni, kiranya seluruh pimpinan yang ada di Kabupaten Balangan diberikan kesehatan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam meningkat kehidupan masyarakatnya,” sebut Kades Sahridin.

Kepala Dinas Perumahan rakyat dan Kawasan Permukiman Dr. Akhriani, S.Pd.M.AP  melaporkan kepada  Bupati Balangan, bahwa sebagai informasi kami sampaikan bahwa program BSPS ini adalah bertujuan untuk meningkatkan kualitas rumah supaya rumah yang kita tempati ramah lingkungan secara ketahanan bangunan dan sehat.
“Sebanyak 140 unit rumah layak huni dibangun pada tahun 2019 di Kecamatan Paringin dan desa balida sudah dianggarkan sebanyak 32 unit. Harapan kami kiranya agar masyarakat yang belum mendapatkan program BSPS agar bersabar,”kata Akhriani mengakhiri laporannya.

Bupati Balangan H. Ansharudin dalam sambutannya menyampaikan rumah yang tidak layak huni di Balangan kita akan upayakan kalau tidak bisa dari APBD maupun di PAPBD 2020 maka kita upayakan di tahun 2021 dan seterusnya.
Kita harus sabar semua butuh proses dan tahapan, yang terpenting kita pemerintah akan selalu berjuang agar seluruh masyarakat dapat hidup layak dan tinggal dirumah yang layak huni,” kata Bupati Ansharudin menegaskan. Pada kesempatan yang sama Bupati Balangan juga menyerahkan bibit ikan lele warga yang membudidayakan perikanan sebagai upaya mendukung kampung tangguh banua kegiatan PolresBalangan.

Penyaluran BLT Tahap 2 di Balida Kecamatan Paringin Terapkan Protokol Kesehatan

Desa Balida -- Di saat new normal diberlakukan dalam pandemi Covid-19, Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa, di Kantor Kepala Desa Balida Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, menerapkan sesuai protokol kesehatan.

Dari fakta dilapangan, satu per satu keluarga penerima manfaat (KPM) BLT Dana Desa wajib memakai masker dan cek suhu sebelum memasuki Kantor Kepala Desa . Kemudian, setiap KPM diberi jarak 1 meter ketika duduk mengantre.

Kepala Desa Balida, Sahridin, S.Pd mengatakan Pemerintah Desa memastikan dalam penyaluran BLT Dana Desa menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dimana, setiap KPM wajib memakai masker saat mengambil dan menyelesaikan tanda terima BLT yang sudah di sediakan.

"Kemudian, KPM wajib datang sendiri tanpa membawa sanak familinya, termasuk anak. Saat mereka mengantre, KPM wajib duduk dengan jarak 1 meter, selanjutnya setelah KPM di loket, loket pun kami batasi dengan plastik transparan" kata dia, Selasa, 16 Juni 2020.

Sahridin mengatakan pihak desa juga telah menyediakan alat cuci tangan didepan pintu gerbang Kantor Desa. Sehingga, KPM wajib mencuci tangan sebelum memasuki dan keluar Kantor Kepala Desa. Itupun akan di arahkan oleh Satuan Linmas Desa, karena kegiatan tersebut Satlinmas juga diturunkan oleh Kepala Desa untuk mendampingi warga.

"Ya, harus cuci tangan dulu sebelum dan sesudah menerima BLT Dana Desa. Sudah kita siapkan alat cuci tangan di depan Kantor," kata dia.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Balida, Parsyah mengatakan dalam penyaluran BLT pihak BPD telah koordinasikan kepada Tim Relawan Covid-19 Desa Balida untuk menerjunkan relawan covid dalam kegiatan tersebut. Dimana, tim relawan covid desa melakukan cek suhu kepada KPM.

 "Setiap harinya ada relawan covid-19 desa yang ditugaskan untuk menjaga posko Covid-19 yang kebetulan juga posko berada di kantor desa. Kemudian, petugas kami bekali APD lengkap," kata dia.

Pembagian BLT Dana Desa tahap dua ini juag di dampingi oleh Bhabinkamtibmas dari Polsek Paringin dan Koramil Paringin serta dari pihak kecamatan paringin turut mendapingi kegiatan tersebut.

Kegiatan pembagian BLT Dana Desa tahap dua ini berjalan dengan tertib dan lancar sesuai protokol kesehatan covid-19. (Admin/MR)

Mesjid Nurul Huda Desa Balida Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Desa Balida - Sebagai bentuk implementasi kebijakan new normal atau normal baru di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, seluruh tempat ibadah secara bertahap telah diizinkan melakukan aktivitas salat berjamaah, dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Salah satunya Masjid Nurul Huda, masjid kebanggaan masyarakat Desa Balida. Pada penerapannya ke depan, masjid yang berada di Jalan Gunung Pandau RT.01 Desa Balida, Kecamatan Paringin ini hanya akan menampung sekitar 100-an jamaah, dari kondisi normal sekitar 200-an jamaah.

Kepala Desa Balida mengatakan, aturan baru ini sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan sesuai surat edaran Kementerian Agama, terkait panduan pelaksanaan ibadah di rumah ibadah.
"Di dalam masjid, jarak setiap jamaah diatur kurang lebih 80 cm. Sehingga dengan jarak ini daya tampung masjid hanya bisa menampung kurang lebih 100 jamaah saja, tetapi di lantai dua nanti bisa dimanfaatkan yang biasanya belum digunakan bila melaksanakan salat jumat biasa" katanya, Jumat (12/6/2020).

Untuk itu, pihaknya juga sudah menggelar himbauan kepada masyarakat Desa Balida terkait penerapan protokol kesehatan, baik berupa pengumuman maupun berupa pajangan baliho. Dalam penerapan protokol kesehatan ini, pengurus masjid bekerja sama Pemerintah Desa Balida dan Polsek Paringin .

"Himbauan dan sosialisasi ini kita lakukan sebagai bentuk dalam mempersiapkan aturan yang akan diterapkan saat masjid nantinya mulai dibuka. Dengan harapan standar protokol kesehatan bisa dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Sahridin menjelaskan, dalam menerapkan protokol kesehatan ini setiap jamaah yang datang diwajibkan menggunakan masker. Jika tidak, akan diarahkan untuk kembali mengambil masker.

Selain itu, bagi jamaah yang akan masuk ke masjid akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Ketika didapatkan suhu di atas 38 derajat, maka diarahkan untuk berobat ke layanan kesehatan dengan tetap dipantau pemerintah desa.

"Jamaah harus kondisi sehat, inilah yang menjadi syarat bagi jamaah untuk ke masjid. Karena jamaah yang tidak sehat ini, di samping membahayakan jamaah lainnya, juga membahayakan dirinya sendiri," terangnya.

Tak hanya itu, sebelum masuk masjid, jamaah juga diwajibkan wudu dan cuci tangan dengan sabun di tempat yang telah disediakan, serta membawa sejadah atau perlengkapan salat sendiri. (Admin/MR)

Kapolres Balangan Berkunjung ke Kampung Tangguh Banua Desa Balida Kecamatan Paringin

Desa Balida – Desa Balida Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan menjadi Kampung Tangguh 'Banua' dan tanggap pandemi covid-19. Pada Selasa (9/6/2020) Kapolres Balangan AKBP Nur Khamid, SH, S.IK. didampingi Kapolsek Paringin Ipda Eko Budi Mulyuno, berkunjung ke Balida dan diterima Kepala Desa Sahridin, S.Pd.

Kades Balida, Sahridin, menjelaskan bahwa Kampung Tangguh Banua yang merupakan program dari Polda Kalsel tersebut mendapat dukungan penuh Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan masyarakat Desa Balida. Diantaranya soal anggaran penanganan Covid-19 di Desa Balida menggunakan Dana Desa.

“Pemdes Balida yang didukung BPD dan masyarakat dengan adanya Kampung Tangguh Banua. Anggaran Dana Desa untuk penanganan pencegahan penyebaran covid-19 secara mandiri kepada warga salah satunya BLT, selain itu juga, pembagian wastafel portable bagi warga yang belum memiliki untuk digunakan di depan rumah, penyemprotan disinfektan juga dijadwalkan secara rutin,” tuturnya.

Kapolres Balangan Nur Khamid, SH, S.IK. menjelaskan adanya instruksi dari Kapolda Kalsel kepada seluruh Kapolres/Kapolresta yang ada di jajaran Polda Kalsel diperintahkan untuk benar – benar serius membantu pemerintah daerah dalam menanggani Covid-19. Polres Balangan kemudian membentuk Kampung Tangguh Banua di Desa Balida sebagai icon di wilayah Kecamatan Paringin. “Kami dari TNI-Polri ingin melihat dari segi kesiapan dan sarana prasarana yang diperuntukkan sebagai titik terdepan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tingkat desa,” kata Kapolres.

Dibentuknya Kampung Tangguh Banua ini, sebagai upaya mandiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat dalam mengelola lingkunganya guna mencegah dan mengatasi Covid-19. Kampung Tangguh Banua ada standarisasi yakni setiap warga yang keluar masuk desa dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, Lumbung pangan desa juga dimanfaatkan sebagai cadangan pasokan makanan jika kondisi darurat.

Standar lainnya, ada ruang informasi Covid-19, dapur umum, personil Keamanan, tempat ruang Isolasi, tempat cuci tangan, dan SOP cara penanganan pasien kondisi Covid, sarana angkutan tanggap darurat, Pos kesehatan yang cukup memadai.
“Untuk Desa Balida sudah memenuhi standarisasi Kampung Tangguh Banua. Untuk sarana dan prasarana sudah siap,” tegas Kapolres. 

Kunjungan Kapolres Balangan tersebut selain meninjau kesiapan Desa Balida sebagai kampung tangguh banua, Kapolres Balangan juga menyerahkan bantuan sembako untuk para petugas yang piket di Posko Covid-19 di Desa Balida. (Admin/MR)

Desa Balida Akan Dicanangkan Menjadi Kampung Tangguh Banua Sebagai Icon Penanganan Covid 19 Dilevel Desa

Desa Balida -  Hari ini Kapolres Balangan AKBP Nur Khamid, SH, S.IK. didampingi Kapolsek Paringin Ipda Eko Budi Mulyono, dan Unsur Forkopimcam Balangan, meninjau Kampung Tangguh Banua di Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, Sabtu, (06/06/2020).

Dalam kunjungan itu Kapolres bertatap muka dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa Balida, Aparatur Pemerintah Desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan warga Kampung Tangguh Banua Desa Balida Kecamatan Paringin.

Kapolres berserta rombongan, juga melakukan pengecekan diantaranya Posko Satgas Covid – 19, dan ruang rencana tempat Karantina yang nanti disiapkan di kampung Tangguh tersebut.

Kapolres juga melakukan pengecekan kepada sejumlah sarana lain diposko covid 19 seperti Face Shield (Pelindung wajah), sarung tangan dan baju APD.

“Harapan, dengan terbentuknya Kampung Tangguh Banua ini, semua elemen masyarakat, TNI Polri, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dapat mandiri bergotong royong mengatasi dampak Covid-19 didesanya mulai dari masalah pangan, kesehatan, sampai pemakaman jenazah sesuai protokol “ terang Kapolres.

Selain melakukan pengecekan, Kapolres juga menyampaikan nantinya bersama Pemerintah Kabupaten Balangan turut memberikan bantuan sembako untuk Kampung Tangguh Banua di Desa Balida untuk dimanfaatkan oleh masyarakat secara bersama-sama dalam upaya penanganan dampak Covid-19.

Sebelumnya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, Kapolres pun sebelum menuju lokasi kegiatan harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan Thermometer Infrared yang diikuti oleh rombongan lainnya.

Adapun yang disebut “Kampung Tangguh Banua”, adalah desa itu menjadi icon dilingkungan masyarakat desa dalam rangka penanganan covid 19. Dan kedepannya menjadi desa yang mandiri di berbagai bidang mulai dari pangan, kesehatan, dan sosial budaya.


Berkunjung ke Rumah Adat Banjar Bubungan Tinggi

Desa Balida - Ketua Sanggar  seni Desa Balida berkunjung ke rumah adat di Desa Tarangan yang disambut dengan penguni rumah dengan ramah yaitu bapak Muhammad Ali, Senin (01/06).

Bangunan rumah adat Banjar yang masih nampak kekhasannya menjadi satu perhatian di Desa Tarangan,  Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan.

Rumah yang dimiliki oleh keluarga dari Muhammad Ali ini merupakan satu aset cagar budaya yang ada di Kabupaten Balangan. Bangunan tersebut juga telah tercatat dan sedang diperjuangkan untuk  masuk cagar budaya Provinsi Kalsel. 

Rumah adat Banjar jenis bubungan tinggi ini merupakan kediaman dari kakek dan nenek Ali. Hingga akhirnya diwariskan kepada keturunan mereka, yakni Ali dan beberapa saudara kandungnya. 

Bangunan yang terbuat dari papan dan tiangnya didominasi ulin, menjadi ciri khas rumah tersebut. Belum lagi bagian pagar dan teras tinggi menampakan rumah khas Banjar pada umumnya yang dulunya ditinggali oleh bangsawan atau orang penting di masyarakat.

Terdapat pula tujuh anak tangga yang menghantarkan pengunjung untuk memasuki bangunan tersebut. Kemudian disambut teras dan pintu yang menuju ke dalam rumah. 

Ruang tamu yang luas dan kursi yang masih memberikan kesan benda tua mengisi ruangan. Ditambah lagi beberapa kamar yang menjadi tempat tidur pemilik rumah. 

Tak habis disitu, ranjang besi berusia puluhan tahun menjadi tempat tidur. Ada pula lemari dari kayu jati dan beberapa perabotan lainnya yang juga nampak berumur. 

Sejak 2011 lalu,  Muhammad Ali telah menjadi juru pelihara rumah adat Banjar tersebut. Ia mendapatkan SK dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB)  Kaltim wilayah kerja Kalimantan. 

Terangnya,  semenjak dijadikan sebagai cagar budaya, rumah keluarga itu sering dikunjungi para tamu. Bahkan kadang banyak siswa atau mahasiswa yang membuat film di tempat tersebut

Meski telah menjadi cagar budaya, rumah adat Banjar ini masih tetap digunakan sebagai tempat tinggal. Tak jarang, saudara dari Ali menginap di rumah tersebut. Sementara orangtuanya sudah meninggal beberapa tahun lalu. 

Karena kini telah dipelihara oleh pemerintah, Ali pun berharap adanya renovasi atau perbaikan. Terutama pada bagian atap. (Admin/MR).