Alamat Kami : Jalan Gunung Pandau Desa Balida Rt. 01

Selamat Datang

Galeri Kegiatan Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Galeri Kegiatan

GARUDA JAYA

Foto Kegiatan

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Pembagian Sertipikat Tanah Gratis

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Belajar Komputer di LKP Harapan Banua

Desa Balida - Dalam rangka untuk meningkatkan program
pendidikan kecakapan kerja (PKK)  Lembaga Kursus dan Pelatihan LKP Harapan Banua   melaksanakan kursus komputer gratis untuk program administrasi perkantoran (office aplication)
Para peserta meliputi desa maupun kec tempat dimana lkp berdomisili yaitu desa balida rt.  2 kec paringin kab balangan.
Dan pada akhirnya 20 orang peserta terpilih yang telah lulus seleksi berhak mendapatkan pendidikan dalam bidang administrasi perkantoran

Program Kursus Komputer LKP Mapanjar

Desa Tundi- Dalam rangka untuk meningkatkan program
pendidikan kecakapan kerja (PKK)  Lembaga Kursus dan Pelatihan LKP Mapanjat melaksanakan kursus komputer gratis untuk program administrasi perkantoran (office aplication)
Para peserta meliputi desa maupun kec tempat dimana lkp berdomisili yaitu desa tundi rt.  1 kec awayan kab balangan.
Dan pada akhirnya 20 orang peserta terpilih yang telah lulus seleksi berhak mendapatkan pendidikan dalam bidang administrasi perkantoran

Persiapan pembukaan pasar budaya





Pasar Budaya Racah Mampulang Selenggarakan Aruh Karasmin Budaya Pahuluan

Desa Balida - Kemeriahan Aruh Karasmin Budaya Pahuluan
nampak dirasakan oleh masyarakat. Ratusan penonton memenuhi lokasi acara kesenian yang diselenggarakan di Pasar Budaya Racah Mampulang, Sabtu (14/12/2019).

Nampak banyak hiburan yang disaksikan dan menjadi daya tarik masyarakat. Terutama tarian daerah yang disuguhkan oleh penari-penari dari sanggar yang ada di desa dan di Sekolah-sekolah.

Acara yang digelar dua sesi tersebut diawali penampilan delapan
sanggar seni. Di antaranya Sanggar Seni Banua Sanggam Junior, SMA 1 Lampihong, Sanggar Patmaraga Juai, Sanggar Barakatan SMAN 1 Paringin, Sanggar Wadian Tambai Halong, Sanggar Baharu SMAN 2 Juai, Sanggar Waluh SMAN 1 Juai, Sanggar Seni Balida Satria Paringin.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Balangan Husein , Aruh Karasmin Budaya Pahuluan ini merupakan yang pertama
kalinya di selenggarakan. Walaupun event yang pertama tetapi kemeriahannya luarbiasa. Terlebih peserta yang berpartisipasi tak hanya dari Sanggar Seni, melainkan ada yang dari sekolah-sekolah.

Tentunya, antusias penonton dan penggiat seni pada moment itu pun ujar Husin jelas terlihat. Mereka secara sukarela menampilkan seni tarian, baik kreasi maupun tradisional untuk memeriahkan kegiatan.

Ada beberapa kelompok tari dari desa wisata dan sanggar seni di Balangan yang turut terlibat.

"Ini juga sekaligus kesempatan promosi untuk desa dan sanggar tari. Begitupun promosi kesenian daerah," ucap Husin.

Terlebih tambahnya, di Balida telah memiliki wisata baru yang sangat unik yakni Pasar Budaya, yang nantinya pasar budaya menyajikan wisata kuliner tradisional, pertunjukan seni tradisi, permainan tradisional di tambah lagi dengan suasana tempat yang sangat asri dengan keanekaragaman pepohonan buah lokal yang alami.

Sementara itu, Kabag Humas Syaifuddin selaku mewakili Bupati Balangan, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kesenian merupakan identitas. Sehingga apabila kesenian daerah di jaga maka merupakan identitas bagi masyarakat daerah yang bersangkutan.

“Oleh karena itu maka sudah seharusnya dipertahankan bahkan diperkuat, agar masyarakat tersebut tidak larut dalam identitas global sehingga tidak terlihat di antara belantara kebudayaan dunia yang seragam," ucapnya.

Ia pun berharap, ke depannya semakin banyak event-event yang mengangkat edukasi serta kebudayaan. Hal itu agar anak usia dini bangga terhadap daerahnya sendiri dan juga budaya sendiri.

Acara aruh karasmin budaya pahuluan yang di selenggarakan di pasar budaya desa balida  berjalan dengan sukses. Tentunya kelancaran dan suksesnya acara tersebut tidak lepas dari gigihnya dan dukungan yang sangat maksimal dari Kepala Desa Balida Sahridin. Selain mempersiapkan acara yang akan di gelar karena kebetulan beliau juga pengurus DKD beliau juga memperdayakan masyarakat dengan membuka pasar kuliner.

Begitu pula Ketua Dewan Kesenian Daerah, Husin nampak sangat mengapresiasi segala kegiatan seni budaya untuk mengangkat harkat martabat banua Sanggam.

“Tentunya ini sangat penting dilestarikan, kita bina, dan kita akan kembangkan dimasa yang akan datang,” ucapnya.

Tampilkan tari bamandi-mandi, membuat penonton terpukau.



Tarian kreasi bamandi-mandi dari sanggar seni balida satria pada acara pergelaran seni banua sanggam.

Desa Balida — Grup Seni Tari dari sanggar seni Balida Satria menampilkan tarian Bamandi-mandi di panggung utama Pergelaran Seni Sanggam Buana Tahun 2019, Senin 21 Oktober, malam.

Tari berjudul Bamandi-mandi dilakoni enam perempuan berbaju kuning dengan khas kustum adat banjar yang membawa alat untuk upacara bamandi-mandi atau badudus seperti bukur, mayang dan lainnya.

Tari bamandi-mandi diilhami dari kebiasaan masyarakat suku banjar dalam upacara melangsungkan perkawinan atau hamil tujuh bulanan.

Dalam tarian tersebut, menceritakan bamandi-mandi adalah suatu tradisi budaya yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Dari jaman dulu sampai sekarang upacara itu masih dilestarikan dalam acara perkawinan ataupun tujuh bulanan. Tradisi tersebut masih melekat dalam tradisi masyarakat banjar khususnya diwilayah desa balida.
Dari tradisi itulah terciptanya sebuah garapan tari kreasi yang di dalam gerakannya bermakna ritual bamandi-mandi. Mulai dari lambayan tangan, tapung tawar, siraman air hingga tepuk mayang.

Tarian bamandi-mandi yang ditampilkan oleh anak-anak sanggar seni balida satria sangat memukau penonton. Selain gerakannya yang mempesona juga alunan musik yang sangat membahana pada acara pergelaran seni banua sanggam tahun 2019 ditaman sanggam paringin.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten balangan dengan peserta dari Sanggar Seni yang ada di Kabupaten Balangan.

Di akhir pentas dari Sanggar Seni Balida satria, pembawa acara langsung memanggil Sahridin selaku pembina tari sekaligus ketua sanggar untuk memberi kesannya dalam persiapan pentas yang sangat memukau itu.

"Persiapan kami hanya tiga kali latihan, tapi karena bakat dan antusias peserta yang gigih sehingga terciptanya tarian bamandi-mandi yang memuaskan" imbuh Sahridin yang juga selaku Kepala Desa Balida.

Acara Perpisahan Dengan Mahasiswa PKL

Bertempat ditempat di balai rakyat desa balida rt. 02 acara
perpisahan dengan mahasiswa yang melakukan studi di Desa Balida, adapun studi yang di usung dalam praktek kerja lapangan adalah “Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Wujud Pengabdian Pada Masyarakat”

Praktek kerja lapangan dilakukan dari tanggal 16/09/2019 sampai dengan 12/10/2019 dalam praktek mereka turun langsung
kelapangan baik itu mengikuti pada bidang pemerintahan dan kemasyarakatan.
Dalam acara perpisahan tersebut kepala desa balida menyampaikan banyak terima kasih atas kesediaan mereka jdalam menjadikan desa balida sebagai tempat magang mereka. Disampaikan juga bahwasanya jalinan komunikasi mahasiswa dan masyarakat tetap terjalin meskipun praktek kerja lapangan telah berakhir. Menyinggung
tentang perlu adanya komunikasi kepala desa balida mengatakan agar kiranya dari pihak mahasiswa bisa tetap membantu desa dalam pembangunan, karena saran dan kritik sangat diperlukan untuk pembangunan yang. Dan juga diharapkan para mahasiswa bisa menjadi sebagai penyambung lidah atas pembangunan di Desa Balida yang salah satunya akan diadakannya “Pasar Budaya Desa Balida”
diharapakan dengan mahasiswa masyarakat bisa tahu bahwa desa balida akan mengadakan pasar desa budaya pada bulan desember nanti.
Pada penutup acara mahasiswa memberikan cinderamata berupa bingkisan kepada pemerintah desa balida sebagai tanda terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan bisa menjadikan desa sebagai studinya. Namun tidak lupa pada akhir acara melalui sanggar seni balida satria para mahaaiswa diberikan suguhan seni tari dan seni silat kunta tradisional sebagai penutup acara

Melestarikan Seni Tradisi dan Masakan Tradisional Lewat Pasar Budaya Racah Mampulang

Desa Balida mengagendakan sebuah kegiatan pelestarian budaya
lewat Pasar Budaya yang akan di laksanakan pada akhir tahun 2019.

Kades Balida, Sahridin menjelaskan, keberadaan Pasar Budaya masih dalam persiapan, dan rencananya akan dibuka pada bulan Desember nanti.

"Lokasi Pasar Budaya ini berada di RT 3, dengan luas lahan perkebunan buah kurang lebih 2000 m2, tanahnya bersifat sewa,
rencananya acara pasar budaya ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan, konsep pasar budaya ini kami adopsi dari Pasar Papringan Kabupaten Tumenggung jawa tengah. Jelas Sahridin.

Lebih lanjut disampaikannya, saat ini sedang berlangsung pembuatan gerbang, gazebo, warung kuliner, lapangan balogo, lapangan pentas seni, selfy spot tradisional, dan lainnya.

Menurutnya Pasar Budaya ini nantinya akan di kelola Bumdes,
dimana wisata kuliner tradisional sebagian persen keuntungannya dipungut Bumdes melalui retribusi desa yang peraturan dan kelengkapannya masih digodok dan dipelajari.

Adapun konsep Pasar Budaya tradisional setiap pengunjung nantinya akan di hibur dengan kesenian tradisional (Sanggar Seni Balida Satria)  Desa Balida.

"Dan juga disediakan bermacam alat permainan tradisional seperti balogo, bagasing, batungkau, badako, dan lainnya," katanya.

Tak hanya itu di Pasar Budaya juga akan disediakan tempat Selfy
spot tuk menarik pengunjung, lahan parkir tersedia yang mana nantinya untuk keuntungan parkir yang dikelola Bumdes.

"Tahun depan rencananya akan selalu kami inovasi, seperti bikin tempat outbond, flying fox, panjat tebing/hill climb jembatan tali antar pohon, dan lainnya," ungkapnya.

Sahridin mengharapkan, melalui keberadaan Pasar Budaya ini nantinya, yang mana kegiatannya memberdayakan warga Desa Balida, dari panitia, penjual, pelaku seni, melibatkan semua unsur desa, maka berkembangnya masakan tradisional warga desa.

"Lestarinya seni budaya tradisi dan kearifan lokal, pendidikan edukasi tentang olahraga tradisional, dan menciptakan kesadaran gotong royong antar warga, dan yang pastinya bertujuan untuk pengembangan Bumdes yang akan menuju PAD desa," pungkasnya.(MC Balangan / Elhami)