Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Desa Balida Lakukan Sinergitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dari Dana Desa

Gambar
Desa Balida – Menghindari berkumpulnya warga dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dan situasi di tengah pandemi virus Corona. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana  Desa di Desa Balida, disampaikan dari rumah kerumah hal itu keterangan dari Kepala Desa Balida yang penyalurannya didampingi oleh Bhabinkamtibmas Polsek Paringin, Koramil Paringin dan Pihak Kecamatan Paringin pada siang hari ini. Rabu, ( 13/5 ). Dalam kegiatan pembagian BLT dari dana desa Tersebut nampak di dukung dari unsur -unsur Bhabinkamtibmas Polsek Paringin, Babinsa Koramil Paringin, Pegai Kantor Camat Paringin, BPD, LINMAS dan pemdamping desa yang tergabung dalam Relawan penanggulangan Covid 19 desa balida. Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa Balida untuk bulan April tersebut diterimakan kepada 91 Kepala Keluarga, masing-masing sebesar Rp. 600.000 ,-.  Dengan kategori penerima BLT adalah warga miskin terdampak corona, lansia dan menderita sakit menahun. Hal itu dikatakan oleh Kepala Desa Bali

BLT untuk Warga Miskin yang Terdampak COVID-19

Gambar
Desa Balida – Musyawarah desa yang dihadiri oleh relawan covid di Kantor Kepala Desa berjalan dengan lancar, dimana Kepala Desa Balida sebagai narasumber untuk menjelaskan secara ditel tahapan, proses dan penerima BLT Desa Balida, Senin, 4/5/2020. Pemerintah pusat telah merealokasikan atau pengalokasian kembali anggaran melalui dana desa (DD) untuk membantu perekonomian rumah tangga miskin (RTM) sebagai terdampak Covid-19. Yakni, lewat program pencairan bantuan langsung tunai (BLT) untuk mencukupi kebutuhan hidup selama tiga bulan. Sesuai Permendes Nomor 6 Tahun 2020 revisi dari Permendes Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, setiap penerima BLT akan mendapat bantuan senilai Rp 600 ribu selama tiga bulan. Dengan tahap pertama pencairan diupayakan di akhir bulan april. Namun, di tengah proses pencairannya, pemerintah desa (pemdes) sebagai penyalur dan pemberi bantuan terus diwanti-wanti dalam mendata warganya. Bahkan, Pemkab Balangan

Madihin Seni Sastra Lisan Banjar Hulu

Gambar
Desa Balida - Saat ini Desa Balida mempunyai tokoh madihin yang juga salah satu Pemuda Pelopor Bidang Seni Budaya dan Pariwisata Tingkat Nasional. Beliu tidak lain adalah Sahridin seorang Sastrawan yang mempelopori seni tradisi di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Kabupaten Balangan. Sahridin telah mempelopori sastra lisan banjar hulu yaitu seni madihin tradisional. Madihin sudah pernah beliu tampilkan di beberapa provinsi seperti Jakarta, Semarang dan Bandung. Berikut keterangan tentang seni madihin. Madihin Madihin berasal dari kata "madah" yang artinya mengucapkan syair. Dari kata "madah" timbul kata "madahan" kemudian berubah menjadi "madihin". Madihin berarti menuturkan syair atau pantan dengan disertai alat peramai berupa terbang. Syair madihin biasanya lahir secara spontan, disamping memang ada yang sudah terhafal, yang didapat secara turun temurun seperti syair Raragi Ampat Puluh. Dulu, dalam perlombaan madihin, Raragi Am

Tradisi Baahui yang Hilang di Desa Balida

Gambar
Desa Balida - Dulunya Desa Balida mempunyai tradisi yang sangat unik yaitu tradisi saat musim panen padi telah tiba yang dinamakan Baahui. Baahui adalah acara berbalas pantun pada saat merontokkan padi yang baru dipanen. Biasanya acara ini dilaksanakan pada malam hari dengan dihadiri oleh masyarakat sekitar sebagai penontonnya. Dalam acara baahui terdapat dua kelompok perontok padi yang terdiri dari empat atau lima orang perkelompok. Dua kelompok ini beradu pantun sambil kaki bermain merontokkan padi yang diletakkan di atas panggung. Dua kelompok yang akan baahui ini masing-masing menempati karampatai (panggung) yang disediakan berseberangan. Lantai panggung itu dibuat jarang (berjarak) dan dibawah panggung disediakan tikar tempat manampung butir padi berguguran hasil injakan kaki di atas panggung. Untuk menentukan kelompok mana yang memulai atau menyudorkan pantunnya diadakan undian. Yang menang memulai mengucapkan pantunnya. Setelah itu terjadilah surungkupak (saling b