Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Tampilkan tari bamandi-mandi, membuat penonton terpukau.

Gambar
Tarian kreasi bamandi-mandi dari sanggar seni balida satria pada acara pergelaran seni banua sanggam. Desa Balida — Grup Seni Tari dari sanggar seni Balida Satria menampilkan tarian Bamandi-mandi di panggung utama Pergelaran Seni Sanggam Buana Tahun 2019, Senin 21 Oktober, malam. Tari berjudul Bamandi-mandi dilakoni enam perempuan berbaju kuning dengan khas kustum adat banjar yang membawa alat untuk upacara bamandi-mandi atau badudus seperti bukur, mayang dan lainnya. Tari bamandi-mandi diilhami dari kebiasaan masyarakat suku banjar dalam upacara melangsungkan perkawinan atau hamil tujuh bulanan. Dalam tarian tersebut, menceritakan bamandi-mandi adalah suatu tradisi budaya yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Dari jaman dulu sampai sekarang upacara itu masih dilestarikan dalam acara perkawinan ataupun tujuh bulanan. Tradisi tersebut masih melekat dalam tradisi masyarakat banjar khususnya diwilayah desa balida. Dari tradisi itulah terciptanya sebuah garapan tari kreasi yang di

Acara Perpisahan Dengan Mahasiswa PKL

Gambar
Bertempat ditempat di balai rakyat desa balida rt. 02 acara perpisahan dengan mahasiswa yang melakukan studi di Desa Balida, adapun studi yang di usung dalam praktek kerja lapangan adalah “Pemberdayaan Mahasiswa Sebagai Wujud Pengabdian Pada Masyarakat” Praktek kerja lapangan dilakukan dari tanggal 16/09/2019 sampai dengan 12/10/2019 dalam praktek mereka turun langsung kelapangan baik itu mengikuti pada bidang pemerintahan dan kemasyarakatan. Dalam acara perpisahan tersebut kepala desa balida menyampaikan banyak terima kasih atas kesediaan mereka jdalam menjadikan desa balida sebagai tempat magang mereka. Disampaikan juga bahwasanya jalinan komunikasi mahasiswa dan masyarakat tetap terjalin meskipun praktek kerja lapangan telah berakhir. Menyinggung tentang perlu adanya komunikasi kepala desa balida mengatakan agar kiranya dari pihak mahasiswa bisa tetap membantu desa dalam pembangunan, karena saran dan kritik sangat diperlukan untuk pembangunan yang. Dan juga diharapkan pa

Melestarikan Seni Tradisi dan Masakan Tradisional Lewat Pasar Budaya Racah Mampulang

Gambar
Desa Balida mengagendakan sebuah kegiatan pelestarian budaya lewat Pasar Budaya yang akan di laksanakan pada akhir tahun 2019. Kades Balida, Sahridin menjelaskan, keberadaan Pasar Budaya masih dalam persiapan, dan rencananya akan dibuka pada bulan Desember nanti. "Lokasi Pasar Budaya ini berada di RT 3, dengan luas lahan perkebunan buah kurang lebih 2000 m2, tanahnya bersifat sewa, rencananya acara pasar budaya ini dilaksanakan dua kali dalam satu bulan, konsep pasar budaya ini kami adopsi dari Pasar Papringan Kabupaten Tumenggung jawa tengah. Jelas Sahridin. Lebih lanjut disampaikannya, saat ini sedang berlangsung pembuatan gerbang, gazebo, warung kuliner, lapangan balogo, lapangan pentas seni, selfy spot tradisional, dan lainnya. Menurutnya Pasar Budaya ini nantinya akan di kelola Bumdes, dimana wisata kuliner tradisional sebagian persen keuntungannya dipungut Bumdes melalui retribusi desa yang peraturan dan kelengkapannya masih digodok dan dipelajari. Adapun

Workshop desa mandiri di kegiatan lasung batu festival

Gambar
Dalam rangka melaksanakan Program dari Kementrian Desa, Ikatan Alumni Mahasiswa Balangan (IKAMABA) bekerjasama dengan Karang Taruna Desa Lasung Batu Kecamatan Paringin Kabupaten Balanga menyelenggakan Workshop Desa Mandiri dalam agenda tahunan Lasung Batu Festival 2019. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu (28/09) di Lapangan Bola Desa Lasung Batu. Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Sdr. Muhammad Saiman dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan workshop bagi Kepala Desa dan Pengurus Karang Taruna, agar peran pemuda dalam pembangunan desa mandiri lebih bersinergi. Pada kesempatan kali ini akan disampaikan 3 materi, yaitu tentang Peran dan Potensi Pemuda, Pemuda sebagai pilar pembangunan desa dan Pemuda mampu membuka lapangan pekerjaan sendiri di desa. Lebih dari 20 peserta yang hadir dan secara khidmat menyimak paparan materi dari Narasumber. Pada sesi pertama, paparan disampaikan oleh Bp. Muhamnad Hanif Wicaksono (Pelopor Festival Buah Marajai), men