Alamat Kami : Jalan Gunung Pandau Desa Balida Rt. 01

Selamat Datang

Galeri Kegiatan Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Galeri Kegiatan

GARUDA JAYA

Foto Kegiatan

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Pembagian Sertipikat Tanah Gratis

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida

Terus Berkarya Tanpa Henti




Tonton, like, subscribe agar membantu kami dalam mengelola web ini

Masyarakat Desa Balida Laksanakan Musyawarah Perencanaan Desa TA 2019

Desa Balida - Dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Desa Tahun anggaran 2019, Desa Balida, Rabu (12/12) menggelar musyawarah Desa untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa  (RKP Desa Tahun 2019). Musyawarah ini di lakukan di Gedung Balai Rakyat Desa Balida dan diikuti oleh lebih dari 50 orang peserta yang mewakili unsur BPD, Pemerintah Desa, unsur lembaga kemasyarakatan desa, perwakilan kelompok usaha masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidik, perwakilan perempuan, serta perwakilan pemuda.

Musyawarah dipimpin oleh Ketua BPD Balida,
Parsyah.  Pada pidato pembukaannya, pimpinan musyawarah mengajak kepada peserta untuk bisa mengikuti musyawarah dengan sebaik-baiknya. Pimpinan musyawarah juga menyampaikan, bahwa musyawarah desa yang dilaksanakan dalam rangka penyusunan RKP Desa Tahun 2019, telah berpedoman pada Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa.

Setelah membuka Musyawarah Desa, pimpinan musyawarah mempersilakan Kepala Desa  Balida, Sahridin, S.Pd untuk membuka Acara secara Resmi dan menyampaikan pokok-pokok pembicaraan yang akan dibahas dalam Musyawarah Desa.

“Hasil kesepakatan dalam Musyawarah Desa akan dituangkan dalam berita acara dilampiri dengan catatan laporan Musdes, jadi saya mohon, Masyarakat untuk bisa menyampaikan aspirasi dan keinginan melalui forum ini.” kata Kepala Desa Balida membuka sambutannya.

Pada kesempatan itu Kepala Desa Balida menyampaikan rancangan program dan kegiatan yang menjadi prioritas untuk tahun 2019, baik di bidang penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua BPD, Parsyah
menyatakan bahwa  Idealnya, Aspirasi dan Keinginan masyarakat akan tersalurkan melalui Musdes karena kegiatan musyawarah Desa ini adalah merupakan kegiatan Rutin dilaksanakan setiap tahun, dan hasil dari musyawarah ini menjadi bahan masukan dalam penyusunan RKPdesa untuk tahun berikutnya, sambung Parsyah, sesuai dengan UU No.6 Tahun 2014 pasal 54 memberikan pedoman penyelenggaraan Musdes pada pasal 54 disebutkan Musyawarah Desa merupakan forum permusyawaratan yang di ikuti oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa dan unsur masyarakat Desa untuk memusyawarahkan hal-hal yang bersifat strategis dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

“Ya, dalam acara Musdes agar menghasilkan keputusan yang bermutu, keterlibatan masyarakat tidak sekedar mobilisasi, namun sudah pada tingkat partisipasi aktif, selain itu kesepakatan yang dihasilkan Musdes mampu menjawab isu strategis di desa secara substansi,” pungkas Parsyah.

“Banyak usulan dari masyarakat disampaikan diantaranya di bidang pendidikan, ekonomi, pertanian dan juga pembangunan secara fisik. Semua kami catat dan kami tampung untuk nanti dibawa dalam pembahasan RAPBDes tahun 2019,” ungkap Parsyah.

Selain itu dikatakan Parsyah, Musdes ini juga untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah kita laksanakan, agar menghasilkan keputusan yang bermutu dan merakyat serta satu suara.

“Setelah Musdes, kami bersama pemerintah desa selanjutnya akan membentuk tim tim perumus perwakilan dari semua unsur terkait. Di sana akan kita bahas mana program yang akan diprioritaskan terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Setelah Dibuka oleh Kepala Desa dan selayang pandang oleh Ketua BPD, Musdes memasuki pembahasan  Untuk Agenda inti yaitu Musyawarah desa penyusunan RKP Desa Tahun 2019, dimana didalamnya terdapat Agenda yakni Pencermatan RPJMDesa, Pembentukan Tim Verifikasi dan Tim Penyusun RKPDesa.

Setelah dilakukan pembahasan terhadap materi, seluruh peserta musyawarah desa menyepakati beberapa hal yang berketetapan menjadi kesepakatan akhir dari musyawarah desa dalam rangka penyusunan RKP Desa yaitu, menyepakati hasil Pencermatan RPJMDes dan usulan dari masing-masing masyarakat  dari hasil penjaringan door to door dan penjaringan di tingkat RT  yang akan dijadikan bahan masukan pada Musrenbangdes mendatang.



Workshop Desa Wisata Berbasis Masyarakat

Desa-desa adat di Balangan dan Tabalong Kalsel sudah sejak beberapa tahun ini menggeliat menuju Desa Wisata.
Beberapa diantaranya telah berkali-kali mengadakan event festival. Selain utk komoditas pariwisata, event tersebut menjadi titik balik kepedulian terhadap budaya mereka yg sempat perlahan di gerus jaman.

Kemarin, Kamis, tanggal 6-7 Desember dengan dibantu oleh Yayasan Umar Khayam yg telah


mendampingi Dieng Culture Festival, Festival Pasa Harau, Festival Anambas, Festival Panen
Kopi Gayo, Festival Layangan Malam di Ciamis yg semuanya bergerak berbasis Masyarakat, diadakan Workshop Desa Wisata Berbasis Masyarakat di Aula Balai Desa Pangelak kec Upau. Semoga setelah workshop ini geliat Desa Wisata di Balangan dan Tabalong makin menunjukkan hasil yg signifikan untuk masyarakatnya.

Sanggar Seni Balida Satria menjadi salah satu peserta dalam kegiatan workshop tersebut.
Suasana pemberian pembekalan
Mengelola Desa Wisata
Dan juga sanggar yang ada di Desa Balida satu-satunya peserta yang kegiatannya mengangkat seni budaya banjar di wilayah Kabupaten Balangan.

Adapun peserta yang mewakili sanggar Seni Balida Satria yaitu dari pengurus du orang dan satunya adalah Kepala Desa Balida, yang mana juga tiap desa selalu ada dihadiri oleh Kepala Desa Masing-masing.

Masing-masing desa yang menjadi peserta workshop telah mulai melakukan promosi melalui berbagai media sosial untuk mempromusikan dan  mengetahui apa saja pariwisata yg ada di desa-desa wisata di Balangan dan Tabalong.

Peduli Lingkungan, Karang Taruna Tanam Pohon untuk Kembangkan Wisata

Karang Taruna Desa Balida bersama Forum
Anak Desa, melaksanakan kegiatan menanam pohon di sepanjang jalan menuju lapangan olahraga dan disekitar gedung balai rakyat, jumat (16/11). Kegiatan yang bertemakan Go Green tersebut, bertujuan menghijaukan titik kegiatan sarana prasarana olahraga desa yang selama ini belum banyak terdapat pepohonan. Kepala Desa Balida juga turut hadir beserta aparat desa, BPD dan warga setempat.

Ketua Kegiatan Hermansyah menjelaskan, go green tersebut terlaksana atas kerjasama antar
Kegiatan Menghijaukan Lap olahraga
Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida dan organisasi Forum Anak Desa di Desa Balida. Harapannya, wilayah komplek mampulang yang ada berbagai sarana pembangunan desa yang belum banyak pepohonan bisa rindang dan teduh. Sehingga ke depannya bisa dimanfaatkan objek wisata.

Ada 150 bibit pohon pucuk merah yang ditanam. Pohon tersebut merupakan bantuan dari PT. Adaro Indonesia. "Bibit pohon pucuk merah bantuan Adaro ini kami tanam di sekitar jalan dan lapangan olahraga, selain untuk tempat berteduh nantinya juga dijadikan taman dan sarana bermain anak"ungkap Hermansyah yang juga Ketua Forum Anak Desa.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Balida Sahridin. Pihaknya mendukung penuh

Menanamkan Kecintaan Kepada Para Remaja
kegiatan go green tersebut. Tempat yang ditanami merupakan tempat yang sangat potensial untuk pengembangan taman di sarana olahraga di desa tersebut. Di daerah sekitar tempat penanaman terdapat bangunan lainnya seperti Perpustakaan desa, apalagi di tempat tersebut akan di bangun Sanggar Seni bantuan PT. Adaro Indonesia. Jadi akan sangat menunjang untuk mengembangkan Desa Wisata Seni Budaya.

"Apa yang dilakukan Karang Taruna Balida perlu diapreasi dan didukung penuh. Banyak hal positif yang akan diperoleh dari kegiatan ini. Kami berharap pohon yang ditaman juga perlu diperhatikan perawatanya secara rutin sampai besar. Sehingga tujuan dari kegiatan ini bisa tercapai," imbuhnya.

Studi Banding Sanggar Seni Balida Satria

Pengurus sanggar Seni Balida Satria bersama
empat sanggar lainnya di Kabupaten Balangan melakukan kunjungan studi banding ke
Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur selama empat hari.

Ketika dikonfirmasi Abdul Khair tak menyangkal jika ia belum lama ini sempat bertandang ke luar daerah yakni Kabupaten
Banyuwangi. Alasannya kepergian ia bersama pengurus sanggar lainnya selaku pelaku seni budaya di wilayah Kabupaten Balangan termasuk stafnya dan menurutnya dalam rangka studi banding.

"Iya kegiatan itu dalam rangka studi banding. Panitia juga membawa para tokoh pelaku seni asal Kabupaten Balangan ke Banyuwangi," kata Abdul Khair Sekretaris Pengurus Sanggar Seni Balida Satria, Senin (12/11/2018).

Disinggung lebih jauh kunjungan yang dilakukan para peserta ke luar daerah itu
kemana tempat mana saja. Namun Abdul Khair mengaku di Banyuwangi rombongan berkunjung ke dinas Pariwisata di Kabupaten Banyuwangi sekaligus ke Desa Kemiren yang terkenal sebagai desa wisata di Kabupaten Banyuwangi.

"Ketika kami datang ke desa kemiren, kami langsung di sambut dengan musik gemalan dengan ada dua penari dengan khas kostum penari yabg di sebut tarian gandrung". Kata Abdul Khair.

Namun ketika kembali disinggung soal berapa total anggaran yang dihabiskan dalam
kegiatan kunjungan ke luar daerah itu, justru ia tak dapat menjelaskan secara rinci karena semua biaya di di suppport oleh PT. Adaro Indonesia dengan ada kepanitiaannya dalam kegiatan tersebut.

Workshop BUMDes Berani


PT. Adaro Indonesia bekerja sama dengan Perkumpulan Pusaka dari Kabupaten Tabalong menyelenggarakan Workshop Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada tanggal 29 Oktober s.d. 1 November 2018.

Kegiatan yang berlangsung di tempat Wisata Loksado Hulu Sungai Selatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dengan tema Bumdes Berani. Dalam kegiatan yang menghadirkan peserta perwakilan dari 10 desa, yakni 5 desa dari Kabupaten Balangan dan 5 desa Tabalong, yang masing-masing desa mengirim 3 pengurus Bumdesnya. Perkumpulan Pusaka memberikan penyuluhan pemahaman terkait pentingnya peranan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam pengembangan desa menuju desa mandiri.

Kegiatan workshop yang menghadirkan pengajar dari Organisasi Pusaka ini membimbing para peserta untuk bisa memahami proses bisnis sebuah BUMDes. Peserta diajak untuk bisa menemukan potensi di desanya masing-masing, menyusun konsep rancana aksi, hingga memahami pengembangan usaha BUMDes. Workshop ditutup oleh pemaparan dari Firman Yusi, seorang agropreneur muda yang sukses mengembangkan potensi daerahnya Tabalong.











          Balida - Penonton sebagian besar adalah
pemuda dari kalangan berbagai komunitas di balangan  yang menyaksikan hari Pembukaan Aruh Pemuda Sanggam (APS) yang ke 2 di Lapangan Togo Maritam Komplek Perkantoran Pemkab Balangan , Jumat (26/10/2018) sore hari yang di hibur dengan bela diri bakuntau asli banua dari Sanggar Seni Balida Satria.

Penampilan pesilat tingkat anak-anak Perguruan Balida Satria, Desa Balida cukup menghibur penonton.

Tak hanya menampilkan seni bela diri bakuntau yang hampir  punah, tapi juga diselingi gerakan lucu yang membuat penonton ketawa.

Sebelum pesilat Perguruan Silat Kuntau Balida Satria tampil satu persatu, tujuh sekaligus pemain beraksi memperagakan gerakan bela diri asli Banua secara masal. Sehingga membuat para penonton disekitaran stand terkagum-kagum.

Sanggar Seni Balida Satria yang di pelopori oleh Sahridin yang juga selaku Kepala Desa Balida menyampaikan, bahwa dalam mengikuti APS 2 akan mementaskan beberapa kesenian, seperti kuntau, madihin, tari dan musik panting di depan stand pameran sanggar seninya.

"Kesenian yang kami tampilkan nanti di depan stand cukup beragam selain kuntau tadi, itu bertujuan untuk mempromusikan kesenian apa saja yabg ada di sanggar seni kami di desa balida", ucapnya yabg juga beliau adalah pemain madihin.

Sanggar Seni Balida Promosikan kesenian di (ARUH PEMUDA SANGGAM KE 2)

Balida - Menyambut serta mengikuti acara Aruh Pemuda Sanggam (APS) 2, Ketua Karang

Taruna Garuda Jaya Bersama Ketua Sanggar
Seni Balida Satria mengajak anggotanya untuk menyiapkan stand pameran.

Acara Aruh Pemuda Sanggam yang akan dilaksanakan ini, merupakan acara pemeran komunitas yang turun disertai dengan berbagai kegiatan atau pertunjukan hiburan seni kebudayaan.

Ketua Sanggar Seni Balida Satria, Sahridin, S.Pd mengatakan, Aruh Pemuda Sanggam yang
akan diikuti komunitasnya dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 28 Oktober nanti melibatkan sekitar 46 komunitas yang ada di Balangan.

“Kegiatan Aruh Pemuda Sanggam ini kami ikuti dalam pamerannya direncanakan mempromosikan kesenian yang ada di sanggar seni seperti poto2 kegiatan dan juga penampilan seni madihin, kuntau, dan tari yang bertempat di Togo Maritam Komplek Perkantoran Pemda Balangan,” ujarnya.

Selanjutnya Ketua DPD KNPI Balangan, Nurdian Wahyudi menyampaikan, jika Aruh
Pemuda Sanggam ini merupakan rangkaian acara peringatan sumpah pemuda yang digelar KNPI Balangan.

Khusus Aruh Pemuda Sanggam sendiri, kata Nurdian, merupakan media bagi komunitas untuk mengekspresikan dan eksistensi keberadaan mereka.

“Kita ingin keberadaan komunitas atau pemuda secara umum bisa terus maju dan menghasilkan kreativitas baru yang berguna bagi lingkungannya,” pungkasn

Karang Taruna Membuat Pupuk Organik

        Balida - Karang Taruna Garuda Jaya Desa
Balida bekerja sama dengan Perkumpulan
Pusaka Tabalong, telah melaksanakan Kegiatan Gerakan Rumah Tangga Berkebun Organik (Gemah Tabur), yang kegiatannya di support/dukungan oleh PT. Adaro Indonesia yang pembukaan kegiatan dilaksanakan bertembat di gedung balai rakyat desa balida, Sabtu, (20/10).
Ada hal menarik pada kesempatan ini, karena peserta langsung bertemu dengan Firman Yusi
selaku narasumber yang sebelumnya sudah kurang lebih 3 tahun bersama sama perkumpulan menerapkan rumah tangga berkebun organik di derah tabalong.

Pada kesempatan ini Firman Yusi dan kawan-kawan memberikan pemaparan perihal apa
itu Gerakan Rumah Tangga Berkebun Organik sekaligus juga memberikan motivasi pada petani-petani yang hadir dari perwakilan kelompok tani di wilayah desa balida. Secara seksama,  petani petani setempat terlihat respon dan bersemangat dalam menyimak pemateri.

Pada pertemuan pertama ini tentunya lebih banyak teori sebelum ke lapangan, dan tanya jawab sekitar pembuatan pupuk organik. Sehingga peserta dituntut untuk menyiapkan bahan-bahan seperti kotoran ayam/sapi, sekam padi, dedak, gula merah dan bahan lainnya seperti sampah organik yg cepat hancur.

"Kami berharap tindak lanjut dari pertemuan ini,  bisa dilakukan secara berkesinambungan untuk waktu waktu yang akan datang,  sehingga petani bisa merasakan betul manfaatnya", ujar Saipullah selaku ketua Kelompok Tani Desa Balida.

TK TP AL QUR'AN WISUDA SANTRI DAN SANTRIWATI DI RUANG TERBUKA HIJAU

Balida - Berkat kerjasama yang baik antara Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida
dengan Taman Pendidikan Al-Qur'an Al-Muhajirin Desa Balida telah berhasil membawa anak Satrinya sebanyak  7 (tujuh) orang untuk mengikuti Wisuda Santri TK/TP AL-QOR'AN BKPRMI XXVII kabupaten Balangan  di ruang Terbuka Hijau Dispora Balangan, 08 Safar 1440 H, atau Rabu (17/10).

Acara Wisuda Santri TK/TPA BKPRMI XXVII ini langsung diwisuda oleh Bupati Balangan yaitu Drs. H. Ansharuddin,M.Si,. Adapun santri dan Santriwati yang diwisuda se-Kabupaten Balangan yaitu sebanyak 1.450 orang.

Kepala Sekolah TK/TPA Al- Muhajirin Desa Balida, H. Ahmad Mubarak, mengatakan
sangat bangga mempunyai anak didik satri dan santriwatinya yang selalu giat dan semangat dalam mengikuti kegiatan islami di banua sanggam, terlebih lagi saat menghadiri wisuda santri TK/TPA BKPRMI yabg ke-XXVII.

"Bangga rasanya punya anak didik yabg antusias dalam berbagai kegiatan keagamaan, mungkin ini juga salah satu persiapan Generasi Qur'an untuk menyongsong masa depan yang gemilang", ucapnya yang juga selaku pengurus Karabg Taruna Garuda Jaya Desa Balida.

Karang Taruna Desa Balida Ikuti Pelatihan Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

Balida - Masyarakat Desa Balida, Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan mengikuti kegiatan Pelatihan Tematik Aktivis
Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Senin (15/10/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Nasa Kota Banjarnasin tersebut, dihadiri oleh perwakilan 3 Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Balanga , Kabupaten Tapin, Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin. Adapun peserta dari Perwakilan Fasilitator/Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat  (PATBM), serta di
dampingi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak masing-masing Kabupaten/Kota. Sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber sekaligus fasilitator menekankan kepada peserta agar tiap desa di wilayahkerja PATBM
masing agar aktif dalam berbagai kegiatan, untuk memudahkan dan mengkampanyekan kegiatan perlindungan anak.

Peserta dari Kabupaten Balangan dari PATBM khususnya perwakilan dari Desa Balida adalah pemuda yang juga pengurus karang taruna garuda jaya. Sehingga didalam menjalankan tugas PATBM akan di bantu oleh Karang Taruna Desa.

Membangun Dan Melestarikan Kesenian Tradisional

Sepulang menjalankan aktivitasnya mengurusi masyarakat. Sahridin duduk santai di Gedung Balai
Rakyat yang berada di dekat rumahnya, sebuah gendang rebana (tarbang) diambilnya dari gudang
perlengkapan Sanggar Seni. Seniman muda sekaligus Kepala Desa Balida Kecamatan Paringin
Kabupaten Balangan ini kemudian menepuknya dengan nada tepukan yang khas tradisional sambil
melantunkan syair-syair madihin.
Bamadihinan adalah salah satu hobi Sahridin. Sedangkan hobi lainnya adalah mengikuti seni
tradisional Banjar lainnya bersama sejumlah warga di Sanggar Seni dekat rumahnya. Di Sanggar Seni
Balida Satria itu mereka memainkan sejumlah kesenian tradisional seperti wayang gung, kuda
gepang, kuntau, musik panting dan mamanda.
Sahridin kerap ke sana karena dia adalah ketua sanggar seni. Pria kelahiran Balida, 1 Oktober 1983
ini memang ingin melestarikan kesenian tradisional Banjar melalui sanggar seni yang dibentuknya
dua tahun lalu. Apalagi dia punya latar belakang pendidikan strata satu Program Studi Pendidikan
Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah (Prodi PBSID).
“Kalau ada waktu luang atau di sela-sela kesibukan, saya sering melantunkan madihin di rumah,”
kata mantan Nanang Galuh (NAGA) Banjar Kalimantan Selatan 2007.
Menurut Sahridin, melestarikan kesenian tradisional merupakan beban moral baginya, karna pada
tahun 2010 dia pernah di beri penghargaan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
yang saat itu dijabat oleh Dr. Andi A. Malarangeng yaitu memberikan pengharhaan sebagai Pemuda
Pelopor Bidang Seni Budaya dan Pariwisata. Adapun penghargaan lain Sahridin juga pernah
mengikuti berbagai kegiatan kepemudaan tingkat nasional seperti Pertukaran Pemuda Antar
Provinsi (PPAP) 2006 dan Pelatihan Pemuda Pelopor Harapan 2007.

Selain penghargaan yang didapatnya ditingkat nasional, Sahridin juga banyak meraih prestasi baik
ditingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi, itu dibuktikan dengan banyaknya piagam
penghargaan dan piala-piala dirumahnya.
Menurut putra asli Desa Balida ini, aktivitasnya sebagai Kepala Desa bisa menjadi bahan
bamadihinan. Sebaliknya, syair madihin bisa digunakan untuk menyosialisasikan kebijakannya
sebagai kades dan kebijakan pemerintah.
Sanggar seninya juga kerap diundang mengisi acara masyarakat, instansi pemerintah dan swasta
seperti acara perpisahan, ulang tahun, pengukuhan, sunatan atau perkawinan. Sebelum dirinya
membentuk sanggar seni di desa, Sahridin tampil madihin selalu

individu atau perorangan walaupun
dia pernah tampil satu grup dengan seniman madihin dari Tabalong saat pembukaan MTQ tingkat
Kabupaten di Balangan.
Apalagi mulai tahun 2017, Sanggar Seni Balida Satria mendapat sejumlah perlengkapan pendukung
yang dibeli dengan menggunakan anggaran dana desa yang termuat di Anggaran Pendapatan dan
Belanja Desa (APBDes) lewat musyawarah desa.
“Dengan adanya sanggar seni ini, kami berharap pemuda desa bisa belajar berbagai kesenian
tradisional banjar. Sehingga kesenian tradisional tetap terlestari khususnya di Desa Balida dan juga
masyarakat pun tahu mengenai kesenian lokal ini, karena masih banyak seniman-seniman senior
yang masih ada di balida yang akan membina para pecinta seni tradisional. Tentunya ini juga
memudahkan masyarakat yang punya hajatan nantinya,” kata mantan totur pengajar seni budaya di
paket B dan paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Balangan ini.


Sosialisasi Hak-Hak Anak di Dampingi Karang Taruna

Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan  Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten
Balangan Bersama Forum Anak Desa (FAD) Desa Balida mengadakan Sosialisasi Hak-Hak Anak dan pemenuhannya di Aula Kantor Kecamatan Paringin, Rabu (10/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh FAD dari 3 Desa yakni Desa Balida, Desa Dahai dan Desa Lamida Bawah. Kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk memberikan pengetahuan kepada para pengurus FAD agar bisa maksimal dalam kegiatan di desa nantinya.


Ahmad Mubarak selaku Pendamping anak dari Desa Balida menyampaikan,
“anak desa diharapkan kedepannya kebih banyak wawasan tentang kegiatan desa dan kami pemerintah desa berharap agar orang tua nantinya mampu memberikan tauladan yang baik kepada anak-anaknya, dan dampingi anak dengan pendidikan serta pengetahuan", ujarnya yang juga salah satu pengurus Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida.

Sementara itu, H. Rahmi, S.H.I selaku Sekretaris DPPPA yang juga sebagai pemateri menyampaikan bahwasanya mengingat mengingat pentingnya peran anak dalam pembangunan desa serta maraknya kasus kekerasan ataupun penelantaran anak, FAD dipilih sebagai kelompok sasaran karena terkait langsung dengan upaya pemenuhan hak anak.

Peduli Bencana Donggala dan Palu, FAD Balida Galang Dana

Balida - Bencana alam kembali melanda saudara-saudara kita di Donggala dan Palu, Sulteng. Gempa bumi yang mencapai 7,7 skala richter ini disertai dengan gempuran tsunami. Ratusan korban meninggal dunia dan rumah serta fasilitas umum porak poranda.

Demi kemanusiaan, FAD (Forum Anak Desa) Desa Balida bersama Forum Anak Daerah dan di dukung oleh Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida turun ke jalan untuk menggalang dana bagi korban gempa yang mengguncang Donggala dan Palu.

Penggalangan dana dilakukan FAD Desa Balida dengan koordinator Hermansyah anak SMP kelas VIII.

Proses penggalangan dana disebar ke beberapa titik persimpangan dan bundaran Jalan Ahmad Yani Paringin pada Sabtu (06/10) kemarin pukul 15.00-17.00 WIB.

“Semoga apa yang dilakukan oleh FAD Desa Balida dan pengguna jalan yang ada di Paringin ini bisa bermanfaat banyak bagi saudara yang terkena musibah di Donggala dan Palu,” ujar Hermansyah yg juga terlibat pengurus Karang Taruna Desa.

Uang tunai yang terkumpul sebesar Rp 971.000 langsung disalurkan ke lembaga yang mengkoordinir bantuan penggalangan dana tersebut.

Aksi penggalangan dana dalam sehari itu berhasil mengumpulkan uang tunai sebesar Rp 971.000, walau pun tidak seberapa tapi harapan mereka bisa membantu meringankan beban para korban musibah di Donggala dan Palu.

“Penggalangan ini hanya sehari saja, kami mengucapkan terima kasih kepada setiap pengguna jalan yang telah berpartisipasi,” tutur Hermansyah.

Pengurus Karang Taruna Desa Balida juga bangga dengan anak-anak desa yang tergabung dalam Forum Anak.

"Mereka sangat antusias dan semangat ketika diberi saran untuk kegiatan bakti sosial penggalangan dana, mereka merasa bangga ketika dapat membantu korban gemba dan tsunami", kata Muhammad Arsyani selaku Ketua Karang Taruna.

Pembekalan Kepada Penerima Bantuan Kebun Karet Unggul Program CSR

Dinas Pertanian Bidang Perkebunan selalu terbuka untuk masyarakat  bila diperlukan demi kemajuan sektor Pertanian dan
perkebunan. Masyarakat balida, khususnya petani dapat mengundang Dinas Pertanian untuk memberikan pelatihan, sosialisasi atau pembekalan ilmu dan keterampilan pertanian kepada masyarakat Desa Balida yang membutuhkan.

Untuk itu, bertempat di rumah Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Balida, pada tanggal 04 Oktober 2018.
Menyelenggarakan Pembekalan kepada calon penerima bantuan kebun karet unggul debgan pola tanam baru. Hadir sebagai pemateri dari Dinas Pertanian bidang perkebunan, Amirul, S.Hut. MP.

Pada pembekalan tersebut disampaikan tentang pola tanam baru, dengan ukuran 2,5 x 18 meter. Sehingga dengan pola demikian bisa dimanfaatkan perkebunan tambahan di sela-sela tanaman karet.

Menurut panitia pelaksana sekaligus ketua kelompok tani sumber rejeki, Saipullah, yang mendapatkan bantuan bibit karet unggul adalah mereka yang mempunyai lahan yang siap di tanam dengan pola tanam baru tersebut.

"Para petani yang mendapat bantuan karet unggul oleh Program CSR siap melaksanakan pola penanaman yang di anjurkan, serta lahan mereka sudah siap di tanami karena rata-rata sudah di bersihkan". Ungkapnya.

CINCIN KEHIDUPAN

        Di jaman ini siapa yang tidak tahu cincin, baik yang terbuat dari hanya sekedar cincin besi bahkan sampai terbuat dari lapisan emas, deretan payung berjejer menghiasi pinggir jalanan provinsi bak jamur di musim hujan yang tumbuh secara sporadis

            Namun kali ini kita bukan membahas cincin besi maupun emas namun sebuah panganan khas di daerah Barabai yang tepat berada di Desa Muara Rintis yaitu cincin satu, setiap daerah memiliki ciri khas dalam membuat kue terutama kue cincin untuk daerah lain sepertu amuntai mempunyai pola cincin dengan empat (4) lobang pada cincinnya. Semua berawal sebuah percobaan membuat panganan khas tersebut dari sebuah resep sederhana yang terbuat dari campuran tepung beras yang dipabrik menjadi tepung yang kemudian diolah dan dicampur dengan gula merah serta bahan lainya yang menjadi rahasia bagi penjual.
            Sebuah peluang baru pun tercipta usaha kreatif yang berbasis usaha mikro kecil dan menengah, lalu lintas kendaraan yang dari dan ke Hulu Sungai (Sebutan untuk daerah yang berada cukup  jauh dari ibukota provinsi Kalimantan Selatan) singgah untuk membeli makanan khas tersebut. Apalagi dengan harga yang cukup terjangkau yaitu Rp. 5.000 untuk satu bungkus plastik mika kecil dan Rp. 10.000 untuk bungkus besar. Harga cukup terjangkau memang namun “Bisa Menambah Pengasilan”  
            Disitu sebuah perusahaan air mineral tidak tinggal  diam mereka melakukan sebuah kerjasama kecil yang dimana penjual kue cincin hanya perlu menjualkan produk air mineral mereka daari itu penjual diberikan sebuah spanduk sederhana agar memikat pembeli. Sungguh sebuah kerjasama biasa yang sangat bermanfaat bagi keduanya

            Kiranya mungkin sebuah usaha mikro ini bisa menjadi inspirasi bagi kita yang dimana hasil lumayan, karna dari usaha mikrolah negara ini akan bangkit dan maju

Jemput Bola Perekaman KTP Elektronik ke Desa Balida di bantu Karang Taruna

Desa Balida - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terus berupaya untuk meningkatkan jumlah pemilik E KTP, salah satunya dengan jemput bola
mendatangi langsung ke desa, salah satunya ke desa balida (03/10).

Kegiatan rekam data E KTP ini sekaligus untuk mensukseskan program percepatan pencapaian target nasional perekaman E KTP.

Sebelumnya Disdukcapil bekerjasama dengan aparat desa dan organisasi Karang Taruna Desa untuk menginformasikan kepada warganya bagi siapa saja yang belum melakukan perekaman data e-KTP bisa langsung datang ke Disdukcapil dengan membawa potocopy Kartu Keluarga. Selanjutnya bagi warga yang tidak bisa di bawa dikarenakan cacat, lansia dan lainnya maka akan di lakukan perekaman ke rumah yang bersangkutan.

Kesempatan ini tak disia siakan oleh warga, yang belum merekam, maka dengan bekerjasama aparat desa dan Karang Taruna untuk mengkoordinir tempat atau salah satu rumah warga sebagai sentral perekaman data. Kegiatan yang dilaksanakan dimulai pagi hari.

Seperti yang diungkapkan Musran yang merupakan seorang petani ini mengaku belum sempat melakukan pendataan karena tanda pengenalnya juga jarang
digunakan. "Dengan adanya pendataan di desa tidak jauh jauh ke Kantor di Kecamatan Paringin Selatan, soalnya dari Balida ke Paringin Selatan cukup jauh," ujarnya.

Dengan di bantu organisasi kepemudaan, maka kegiatan perekaman jempot bula ini sangat mudah dilajsanakan di desa. "Kami bangga dengan warga balida, ketika di ajak untuk merekaman data langsung di desa mereka sangat antusias ingin ikut kegiatan tersebut". Ungkap M. Arsyani selaku ketua Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida ini.

Terpisah Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Mustafa mengatakan perekaman data ke desa balida dan juga ke desa desa lainnya, selain pendataan sekaligus
melakukan sosialisasi.

Sosialisasi betapa pentingnya melakukan perekaman data e-KTP di segala usia bukan hanya bagi yang muda namun juga bagi warga yang telah berusia lanjut.

"Saat melakukan perekaman data kadang tidak dapat dilakukan seluruh peserta, dan kami imbau untuk mengikuti perekaman data di desa tetangga yang juga dilakukan perekaman data atau datang langsung ke Kantor Disdukcapil," ungkapnya.

#GISA
#GerakanIndonesiaSadarAdminduk
#OneVillageOneData
#Energi4Change
#AyoMemilih
#2019TetapDamai
#2019GanKitaMemilih

Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida Gelar Permainan Tradisional Banjar


Desa Balida - Puluhan warga, tua muda, anak-anak, dewasa hingga orang tua memenuhi Gedung balai rakyat Desa dan lapangan olahraga Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, Kamis (27/9/2018).

Mereka hadir dan ikut serta pada berbagai permainan tradisional menyemarakkan kegiatan Forum Anak Desa (FAD) yang digelar Karang Taruna Garuda Jaya, Desa Balida yang di dukung oleh PT. PAMA.

Kegiatan yang dimulai usai di buka secara resmi oleh Sekcam Paringin yang di dampingi dari perwakilan Dispora dan FORMI serta Humas PT. PAMA, acara tersebut berlangsung di Lapangan Mampulang Permai (sarana olahraga balida), diikuti 8 Tim (masing-masing Tim terdiri dari perwakilan RT yang terdiri 1 Tim 3 orang) sehingga jumlah peserta mencapai  24 orang. Pendaftaran di batasi dikarenakan para pemain di desa semua pemain pemula.

Pada lomba Batungkau (engrang) misalnya, tawa warga "pecah" saat menyaksikan para pria gagal setelah hanya beberapa langkah berjalan sudah terpingkal-pingkal jalannya.

Lomba lainnya adalah lomba balogo. Balogo adalah salah satu jenis permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Balogo diambil dari kata “logo”, karena permainan itu menggunakan logo. Sampai dengan tahun 80-an permainan ini masih sering dilakukan di kalangan masyarakat Banjar.

Tempat dan Peralatan Permainan. Logo terbuat dari tempurung kelapa. Garis tengahnya sekitar 5–7 cm dan tebalnya sekitar 1–2 cm. Kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk segi tiga, layang-layang, daun dan bundar.

Ketua Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida Muhammad Arsyani mengatakan, sementara ada tiga macam lomba permainan tradisional yang mereka gelar. Lomba-lomba tersebut adalah lomba engrang atau batungkau, balogo dan badaku.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang kami gelar dari Karang Taruna, jadi lombanya tidak terlalu banyak. Tapi sudah bisa melestarikan kembali permainan yang lama tidak ada di masyarakat." Ungkapnya.

Lomba menarik lainnya adalah badaku, Permainan badaku bisa dilakukan oleh 2 atau 4 orang dengan cara berpasang-pasangan. Media yang dipakai bisa terbuat dari plastik atau dari potongan kayu. Dan biji yang dipakai untuk menjalankan permainan ini bisa menggunakan kerikil atau kelereng.

Serangkaian kegiatan ini juga didukung oleh rekan-rekan dari Fiderasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dari Sanggar Seni Balida dan tidak ketinggalan selaku donator PT. Pama Persada Nusantara.

Hairil, salah satu warga yang ikut hadir dan jadi peserta lomba, menyambut baik berbagai permainan tradisional yg dilombakan.

"Zaman modern seperti sekarang kearifan dan budaya lokal harus tetap kita pertahankan," katanya.
Engran/Tutungkau Salah Satu Main Tradisional


Gelar Pelatihan Tata Boga, Karang Taruna Desa Balida dari Program CSR Bina Desa

Balida - Organisasi kepemudaan Karang Taruna Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, menyelenggarakan program kegiatan Pelatihan di bidang Tata Boga yang diikuti sekitar 15 ibu rumah tangga warga desa, di gedung balai rakyat Desa Balida Selasa, 25/09/2018.
Dituturkan Elma Dwiyanti selaku wakil ketua Karang Taruna Garuda Jaya Desa Balida, tujuan dari kegiatan ini adalah guna meningkatkan kehalian masyarakat  dalam upaya  mewujudkan kemandirian dan

"Ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Kita berharap nantinya ibu-ibu ini bisa membantu meningkatkan ekonomi Keluarga" terangnya.

Menurut Elma, setelah para ibu-ibu rumah tangga ini mumpuni keahliannya dan mau membuka usaha sendiri, maka pihaknya pun mengaku siap untuk membantu memasarkan hasil kreatifitasnya tersebut.

"Kalu sudah bisa dan mau usaha sendiri, maka kita (Karang Taruna), siap memfasilitasi sekaligus memasarkan hasil kreatifitasnya" tambahnya. Seperti contoh kemarin di saat mengikuti Kemah Karya Bakti Wisata ke-30  di Balangan. Selain mengikuti lomba Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pastinya sambil memasarkan hasil produk rumah tangga, seperti akar pinang, makaroni pedas, keripik singkong dan lainnya hasil binaan karang taruna.

Dalam pelatihan yang digelar selama 4 kali pertemuan ke depan, yang mana pertemuan selama 3 jam ini, ibu-ibu tersebut diajarkan mengolah dan menghias kue untuk pengantin dan makanan ringan, seperti batagor, kacang kentuky, dan sebagainya.


Sahridin selaku Kepala Desa Balida menuturkan bahwa, Program CSR Bina Desa dari PT. Adaro Indonesia akan di manfaatkan semaksimal mungkin demi kemajuan kreatifitas ibu rumah tangga.
Apalagi pelatihan yang di isi dengan pembuatan kue pengantin yang pastinya banyak peminat dan dibutuhkan saat resepsi pengantin.

"Selama ini kan tiap ada acara resepsi pengantin kuenya selalu membeli ke luar desa nah kalau sudah ada yang bisa bikin di desa tentu akan lebih mudah dan akan menambah pendapatan usaha rumah tangga." terang dia.

kewirausahaan di bidang tata boga, sehingga menurutnya, para ibu rumah tangga ini nantinya dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.